Tarif Ojol Asal Rusia Bikin Geger Dunia Ojek Online

JRG.or.id – Belakangan ini ojek online (ojol) digegerkan oleh Maxim, perusahaan transportasi online asal Rusia yang menerapkan tarif di bawah ketentuan yang sudah ditetapkan Kementerian Perhubungan sebagai regulator.

Puncaknya, para dirver dari Grab dan Gojek menggeruduk kantor penyelenggara transportasi online Maxim di Jalan RM Sangaji, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo. Driver yang berasal dari dua aplikator besar di Indonesia ini menuntut agar Maxim memberlakukan tarif sesuai peraturan.

Bahkan para driver mengancam menutup kantor dan aplikasi perusahaan ojol asal Rusia jika tidak menuruti. Di balik kegaduhan tersebut, kehadiran Maxim sebetulnya dianggap sebagai angin segar lantaran dunia ojek online sampai saat ini masih didominasi dua aplikator besar. Berikut tanggapan Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) terhadap keberadaan Maxim.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengaku takut perang tarif ojek online (ojol) terulang kembali setelah aplikator asal Rusia menerapkan tarif di bawah ketentuan yang berlaku.

“Garda sendiri keberatan dengan tarif yang dikenakan Maxim yang melanggar regulasi, karena kami tidak ingin adanya perang tarif kembali. Jangan sampai ada perang tarif kembali antar perusahaan aplikasi, karena pemerintah sudah mengatur regulasi,” kata Igun saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Igun mengungkapkan Garda sendiri tak keberatan dengan beroperasinya perusahaan ojol asal Rusia di Indonesia. Dengan banyaknya perusahaan ojol maka menandakan pasar Indonesia memiliki potensi besar.

Hanya saja, tarif yang diberlakukan masih jauh dari batas ketentuan dan membuat persaingan usaha ke depannya tidak sehat.

Oleh karena itu, aksi penggerudukan yang terjadi pada kantor Maxim di Solo juga sebagai tanda protes para driver ojol. Pasalnya tarif yang diberlakukan tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Maxim sendiri diketahui telah mengubah tarif layanannya setelah protes berulang terjadi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Garda menilai pengoperasian perusahaan ojek online (ojol) asal Rusia yakni Maxim lebih banyak di daerah. Hal itu dikarenakan Jabodetabek sudah dikuasai oleh dua aplikator besar yaitu Grab dan Gojek.

Igun Wicaksono mengatakan Maxim telah beroperasi di beberapa daerah salah satunya di Provinsi Kalimantan Timur atau lokasi baru calon ibu kota negara (IKN).

“Yang kita monitor dari teman-teman di daerah, Maxim ada di Jateng (Jawa Tengah), Kalimantan, Sulawesi juga ada. Namun yang besar itu Jogja, Solo, Semarang, Kalimantan, Kaltim (Kalimantan Timur), Kalsel (Kalimantan Selatan), Kalbar (Kalimantan Barat) itu ada,” kata Igun.

Menurut Igun, upaya pengoperasian Maxim di daerah sebagai celah memanfaatkan potensi pasar layanan ojol yang belum dimaksimalkan oleh aplikator lain.

Menurut Igun, hadirnya perusahaan ojol asal Rusia ini memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan transportasi online. Hanya saja, dirinya berharap para perusahaan aplikasi baru ini mampu memberikan layanan yang berkualitas dalam menarik minat pengguna. Bukan justru menerapkan tarif yang murah atau di bawah ketentuan yang berlaku.

Driver Maxim Masih Canggung

Igun mengaku masih banyak pengemudi alias driver Maxim yang belum tergabung ke dalam asosiasi lantaran canggung dengan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaannya.

Salah satu kebijakan perusahaan yang membuat canggung para driver ojol asal Rusia ini adalah penerapan tarif yang di bawah ketentuan.

“Betul faktor utamanya mereka canggung karena tarif mereka lebih murah dibandingkan dua aplikator besar, sehingga mereka sendiri canggung untuk berbaur,” kata Igun.

Menurut Igun, Garda sangat terbuka kepada seluruh driver ojek online (ojol) yang ingin bergabung. Semakin banyak yang bergabung, maka semakin mudah Garda menyampaikan aspirasi yang selama ini disampaikan oleh para pengemudi.

Apalagi, di tanah air sendiri terdapat sekitar 19 perusahaan aplikasi yang beroperasi. Namun hanya dua aplikator saja yang mendominasi yaitu Grab dan Gojek.

Berdasarkan catatan Garda, estimasi jumlah driver ojol diseluruh Indonesia antara 2,5-3 juta orang. Di mana hampir 90% berasal dari Gran dan Gojek. Sedangkan sisanya berasal dari aplikator lain termasuk Maxim.

About master